Kekalahan Jepang, Inilah Akhir Perang Dunia (Part II)

Amerika Serikat mulai mengalihkan rencananya untuk mengadakan uji coba teknologi senjata pemusnah masal yakni bom atom. Mereka mau mencoba menggunakan senjata ini untuk memaksa Jepang agar menyerah. 6 Agustus 1945, sebuah pesawat B-29 milik Amerika Serikat terbang tinggi diatas langit Hiroshima. Pesawat ini membawa paket spesial dari Amerika untuk kekaisaran Jepang, sekitar 80.000 orang terkenal hantaman paket ini dan sekitar 90% kota hancur berantakan. Orang yang selamat dari hantaman ledakan paket ini kelak akan merasakan sakit dari radiasi yang dilawannya.

Meski efeknya begitu besar, Jepang masih belum mau menyerah sebelum akhirnya Uni Soviet menginvasi Manchuria 3 hari kemudian yakni 9 Agustus 1945. Stalin menepati janji yang dibuatnya di konferensi Yalta dan ia mendeklarasikan perang Uni Soviet melawan Jepang. Tentara Jepang tidak mampu menahan tentara Uni Soviet yang maju karena banyak dari mereka yang dialihkan ke selatan demi menahan pertahanan mereka di Okinawa.

Di hari yang sama, Amerika memberikan paket spesial yang ke 2, namun kali ini ke kota Kokura. Meskipun begitu, karena Kokura kurang terlihat oleh sang pilot, mereka mengalihkan rute bom ke kota Nagasaki. Kota Kyoto tadinya juga ingin dijadikan sebagai target bom atom, namun ditolak oleh seorang politikus Amerika Serikat bernama Hanry Lewis Stimson. Baginya Kyoto memiliki nilai sejarah yang tak ternilai mulai dari kuil Buddha dan relik ibukota Jepang Kuno. Jika hingga sekarang kalian masih bisa melihat bangunan tua dan relik bersejarah di Kyoto, berterima kasihlah kepada Hanry Stimpson.

Uni Soviet dengan waktu yang sangat cepat berhasil menguasai Manchuria, hal ini tentu mengejutkan Jepang karena dalam waktu beberapa kepulauan Kuril sudah siap untuk diinvasi oleh Soviet. Amerika Serikat sendiri belum bisa menginvasi Jepang dalam beberapa hari, mereka membutuhkan beberapa tahun dari 1941 hingga 1945 Amerika belum bisa menginvasi Jepang. Meskipun begitu, Soviet hanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk bersiap menginvasi kepulauan Kuril. Jika kepulauan Kuril berhasil dikuasai oleh Soviet maka Hokaido akan menjadi target Soviet selanjutnya. Mendengar hal ini politikus Jepang sangatlah khawatir jika mereka diinvasi oleh Uni Soviet, bagi mereka bom atom tidak dapat menghancurkan kehormatan mereka namun Soviet mampu.

Jika kembali mundur pada 17 July 1918 di sebuah rumah bernama rumah Ipatev di Rusia didatangi oleh para pasukan pemberontak. Nicholas Romanov mantan Tsar Rusia yang pada saat itu masih tidur tiba-tiba dibangunkan oleh orang-orang tidak dikenal yang membawa kabar bahwa pasukan revolusi telah datang dan mereka diamankan di sebuah basement. Namun Nicholas Romanov dan keluarganya justru ditembak habis-habisan di basement tersebut.

Menyerahnya Jepang Sebagai Tanda Bahwa Perang Dunia Telah Berakhir

Peristiwa itu memberikan peringatan kepada para petinggi Jepang bahwa Uni Soviet tidak akan ambil pusing untuk menghabisi keluarga kerajaan. Keluarga Romanov telah memimpin Rusia selama 300 tahun sedangkan kaisar Jepang dan keluarganya memerintah Jepang memerintah selama lebih dari 1.000 tahun. Bagi Jepang menyerah ke Amerika demi mempertahankan kehormatan mereka untuk melanjutkan sistem kerajaan yang tekah dipertahankan selama berabad-abad dibandingkan menyerah kepada Uni Soviet.

Selain itu bom atom merupakan alasan yang baik untuk militer Jepang, jika jepang menyerah kepada Soviet itu berarti Jepang telah kalah perang secara militer. Namun jika mereka menyerah karena bom atom, rakyat dan masyarakat luar negeri akan memberikan empati bahwa Jepang kalah karena senjata yang tidak normal yakni bom atom. Para rakyat dapat berpikir bahwa senjata yang tidak normal ini memaksa Jepang untuk mendeklarasikan kekalahan meskipun sebenarnya mereka masih bisa berperang.

Pada akhirnya 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Amerika dengan MacArthur sebagai perwakilan. Sang kaisar mengumumkan menyerahnya Jepang kepada sekutu dan hal tersebut disalurkan oleh radio. Sementara itu Soviet masih menyerang Jepang di utara dan Manchuria, pada tanggal 2 September 1945, Jepang dan Amerika menandatangani penyerahan tanpa syarat dari Jepang kepada sekutu, hari ini diperingati sebagai V-J Day di Asia dan merupakan tanda bahwa perjalanan panjang Jepang dalam perang dunia ke 2 telah berakhir.

Setelah itu, pasukan Jepang yang masih berada di negara Asia seperti Filipina mulai menarik diri. Peristiwa terakhir yang terjadi pada penghujung perang dunia ke 2 adalah pada tanggal 29 September 1945 dimana pertemuan antara Jenderal MacArthur dan kaisar Hirohito yang diakhiri dengan foto bersama. MacArthur yang lebih gagah dan tinggi melambangkan bahwa Hirohito bukanlah seorang dewa dan tampak kurang berpengaruh dibandingkan MacArthur. Teater perang dunia ke 2 telah berakhir dan dunia akan memasuki lembaran baru yang tidak dapat diprediksi.